Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan


Penelitian di State Medical University Ukrania membuktikan, bahwa seluruh pasien yang terkena "herpes simplex infection" berhasil sembuh dengan propolis. Hal ini tentu sangat mengagumkan karena herpes disebabkan oleh bakteri yang kebal terhadap antibiotik sintetis. selain itu propolis juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit kewanitaan yang disebabkan oleh jamur. Propolis juga efektif dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. Coli, virus influenza, streptococcus dll.

    Song Y.S. dan rekan dari pusat penelitian Bionalissis dan Biotransformasi Korea Selatan. Meniliti CAPE (asam kafeat, Caffeic Acid Phenetyl Ester) senyawa aktif pada propolis yang bersifat anti kanker, anti virus dan anti peradangan.

    Boyanova L dan rekan, peneliti dari Departemen Mikrobiologi, University of Sofia Bulgaria, meriset propolis yang mampu menghambat pertumbuhan "helicobacterpylory", pemicu radang lambung dan kanker usus.

    Peneliti dari Unair Indonesia, dr. Eko Budi Koendhori M.Kes, membuktikan bahwa propolis dapat membantu penyembuhan kerusakan paru-paru dan TBC. Propolis juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.

    Kimoto T dan rekan, peneliti di institut Fujisaki, Okayama, Jepang. meneliti propolis untuk mengatasi leukimia (kanker darah). Dalam uji praklinisnya, Kimoto membuktikan bahwa Propolis berefek apoptosis bagi sel kanker. Artepilin dalam propolis juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

    Ilmuwan Australia, EL Ghisalberti dari Departemen Organik Kimia, University of Western menunjukkan bahwa Propolis meningkatkan efektifitas penisilin atau antibiotik lainnya 10 sampai dengan 1000 kali lipat. Hal ini dapat menurunkan ketergantungan pada antibiotik yang biasa diberikan oleh dokter.

    Penelitian dari Universitas of Minnesota Amerika, membuktikan Propolis meningkatkan kekebalan tubuh pada penderita HIV/AIDS. propolis dapat menghambat ekspresi virus HIV maksimal 85% dan 98% Konsumsi propolis jangka panjang

Apakah Propolis aman dikonsumsi dalam jangka panjang?

Penelitian dari Fakultas Biologi Universitas Gadjamada, Dra. Mulyati Sarto Msi, membuktikan bahwa propolis sangat aman dikonsumsi dalam jangka panjang karena tingkat Toksisitas sanagat rendah bahkan bisa dikatakan tidak mengandung racun (non toksin).



Propolis merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah : Di alam, lebah mengumpulkan getah dari berbagai jenis tanaman, untuk kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat pada mulut lebah sehingga dihasilkan propolis.

Bagi Lebah propolis berfungsi sebagai zat kekebalan sarang dan tubuh lebah dari bakteri, virus, jamur dan pollutan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian di berbagai negara propolisberfungsi membantu memperbaiki daya tahan tubuh pada manusia.


Keunggulan Biojava Trigona Propolis 
·       Biojava Trigona Propolis berasal dari propolis jenis lebah trigona, yang merupakan salah satu lebah yang dikenal menghasilkan propolis dengan  kualitas unggul dan dengankuantitas/hasil "paling banyak" dibandingkan dengan lebah melifera. Karena itu lebah trigona dijuluki "lebah spesialis penghasil propolis".
·        Kadar bioflavonoidnya sangat tinggi 5,5% (lolos uji kendali mutu di laboratorium UGM Yogyakarta), dengan kadar ekstrak propolis 20% berstandard (proses penyaringan hinngga tahap akhir sehingga lebih jernih tanpa ampas/kotoran-kotoran lilin/malam lebah) sehingga lebih cepat larut dalam AIR dan lebih efektif untuk kebugaran maupun untuk terapi pengobatan berbagai penyakit. khasiat propolis lebih ditentukan oleh kadar tinngi-rendahnya BIOFLAVONOID yang terkandung di dalamnya, bukan sekedar nilai prosentase (10%,20%,30%,35%,45%,50% dan seterusnya) ekstrak propolis yang tercantum pada label/kemasan.
·        Harga lebih terjangkau dengan kualitas yang bersaing dipasaran dibanding produk-produk lain yang sejenis.
·        Metode ekstraksi dijamin(dengan sistem Dingin) tanpa pemanasan yang dapat merusak kandungan .
·        Dijamin tidak mengandung alkohol (free alkohol) dan dijamin tidak mengandung bahan-bahan berbahaya lainnya.


Setiap penyakit yang muncul sesungguhnya merupakan akumulasi dari sel-sel yang rusak, saat sel yang rusak ini masih sedikit gejala sakit masih belum terlihat, tetapi apabila sel yang rusak ini bertambah banyak maka akan menyebabkan jaringan dan organ tubuh menjadi rusak dan membuat kita menunjukkan gejala sakit.

Manfaat Biojava Trigona Propolis, Insya Allah  :
·        PROPOLIS sebagai pengobatan alami, mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
·        Propolis sebagai antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
·        Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya: thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
·        Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya: demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
·        Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya: eksim, panu, keputihan, ketombedan sebagainya.
·        Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya: maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka bakar dan sebagainya.
·        Propolis sebagai antikanker dan mutagenesis sel, misalnya: kanker, tumor, mioma, kista dan sebagainya.
·        Propolis berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi.
·        Propolis berfungsi sebagai pembuangan racun, misalnya: asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus, dan sebagainya.
·        Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, berbagai infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.
·        Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh yang sangat bagus buat mengurangi resiko gagal ginjal dan sekaligus antioksidan kuat yang akan mencegah kanker
·        Propolis meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dosis dan Penggunaan


Pengobatan

Dosis minimal yang efektif

10 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari

Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu
Menjaga kesehatan
3 tetes 2 kali sehari



Prinsip Umum dan Cara Pakai 



Propolis Biojava Trigona Propolis adalah Minuman Kesehatan Alami yang bersifat OBAT, di bawah ini adalah aturan umum sebelum minum Biojava Trigona Propolis

Untuk diminum :

1. Gunakan air bersuhu kamar/air hangat untuk melarutkan Biojava Trigona Propolis

2. Hindari pengunaan Wadah / alat yang terbuat dari logam
3. Teteskan Biojava Trigona Propolis sesuai keperluan dan kemudian diaduk secara sempurna
4. Boleh dicampur dengan berbagai jenis minuman/juice
Dapat dikombinasikan dengan obat-obatan dokter 1 jam sebelum atau setelahnya
Untuk di luar tubuh :
Oleskan Biojava Trigona Propolis secukupnya pada bagian yang akan   diobati
Untuk diteteskan ke mata :
Encerkan 1 tetes Biojava Trigona Propolis dengan 1-2 ml air, kemudian diteteskan di mata



Efek Samping



Dr Leonard Mc Kewan menuliskan bahwa selama 2500 tahun penggunaan propolis oleh berbagai masyarakat dari berbagai kebudayaan tidak tercatat adanya efek negatif yang serius daripropolis. Bahkan dokter-dokter di rusia biasa memberikan 9 gram propolis setiap harinya kepada pasien tanpa mengalami kendala. Adapun efek ringan yang sering dirasakan oleh pasien adalah mulut dan tenggorokan terasa kering setelah mengkonsumsi propolis dan kulit yang terasa hangat setelah dioleskan propolis.



Alergi



Pada sebagian orang mungkin muncul alergi terhadap propolis, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jumlah orang yang alergi terhadap madu.

Untuk mengetahui apakah seseorang alergi terhadap propolis maka dapat dilakukan tes alergi.

Langkah-langkah tes alergi adalah sebagai berikut:


1. Tes alergi pada kulit; dimulai dengan mengoleskan cairan propolis pada bagian kulit sensitif pasien (pada wajah atau lengan bagian bawah) kemudian ditunggu sekitar 30 menit. Apabila pada bagian kulit yang dioleskan terasa gatal dan memerah berarti pasien tersebut alergi terhadap propolis dan disarankan kulit yang diolesi propolis segera dicuci bersih dangan sabun dan dibilas menggunakan air hangat. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Jika tidak terdapat rasa gatal dan merah pada bagian kulit yang dioleskan maka lakukan tes alergi kedua.



2. Tes alergi pada mulut dan kerongkongan: campurkan 2-3 tetes propolis pada sedikit air putih kemudian dikumur-kumur dimulut dan diminum, tunggu selama 15 menit. Apabila mulut dan kerongkongan terasa gatal berarti pasien alergi terhadap propolis disarankan pasien minum air hangat banyak-banyak minimal 500 ml. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Tetapi jika pasien tidak merasakan gatal pada mulut dan kerongkongan berarti pasien tersebut aman dan bisa langsung diobati dengan propolis




PENGERTIAN BATU GINJAL

Batu ginjal merupakan suatu kondisi terbentuknya material keras yang menyerupai batu di dalam ginjal. Material tersebut berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah yang dipisahkan ginjal yang kemudian mengendap dan mengkristal seiring waktu.
Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenis-jenis batu ginjal, kondisi ini dapat dibagi menjadi empat jenis utama, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Gejala batu ginjal

Gejala akibat batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu tersebut masih berada di dalam ginjal. Gejala juga tidak akan terasa jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar dari tubuh melalui ureter dengan mudah. Ureter adalah saluran yang menyambungkan ginjal dengan kandung kemih.
Gejala akibat batu ginjal baru bisa terasa jika batu berukuran lebih besar dari diameter saluran ureter. Batu yang besar akan bergesekan dengan lapisan dinding uterer sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Oleh sebab itu, urin kadang bisa mengandung darah. Selain mengiritasi ureter, batu ginjal juga bisa tersangkut di dalam ureter sehingga urin tidak bisa keluar dan menumpuk di ginjal.
Gejala batu ginjal bisa berupa nyeri pada pinggang, perut bagian bawah, dan selangkangan. Selain rasa nyeri, gejala-gejala batu ginjal lainnya bisa berupa muntah-muntah, menggigil dan demam.

Penderita batu ginjal di Indonesia

Batu ginjal merupakan penyakit yang jumlah penderitanya relatif tinggi di Asia, khususnya di Indonesia. Menurut survei yang dilakukan oleh US Census Bureu pada tahun 2004, jumlah penderita batu ginjal di Indonesia diperkirakan mencapai 876.000 orang. Batu ginjal merupakan kondisi yang cukup umum diderita oleh orang-orang yang berusia 30 hingga 60 tahun. Penyakit ini lebih banyak diderita oleh pria dibandingkan wanita.

Diagnosis batu ginjal

Dalam mendiagnosis batu ginjal, pertama-tama dokter akan mencoba menggali keterangan terlebih dahulu dari pasien seputar gejala-gejala yang dialaminya. Biasanya dokter akan menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah belakangan pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
Setelah keterangan lisan tersebut dikumpulkan, dokter akan melakukan sejumlah tes untuk memastikan diagnosisnya jika diperlukan. Tes tersebut bisa berupa tes urin, tes darah, dan pemeriksaan lewat citra gambar seperti intravenous urogram, CT scan, dan X-ray.

Pengobatan batu ginjal

Pengobatan penyakit batu ginjal dibagi menjadi dua berdasarkan ukuran batu ginjalnya. Jika batu ginjal masih tergolong kecil atau sedang, serta masih dapat melewati saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk minum air putih saja sesuai takaran yang disarankan. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal dapat terdorong keluar dengan sendirinya.
Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, misalnya parasetamol, ibuprofen atau kodein.
Penanganan batu ginjal yang dengan operasi sangat jarang dilakukan. Langkah ini biasanya baru akan diterapkan jika batu berukuran lebih besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien. Apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah seperti pendarahan atau bahkan kerusakan ginjal.

Pencegahan batu ginjal

Cara mencegah batu ginjal sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu minum cukup air putih tiap hari dan membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal, seperti oksalat, kalsium, dan protein.
Selain dengan minum cukup air dan membatasi asupan zat-zat tertentu, pencegahan batu ginjal juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya langkah ini dianjurkan untuk mencegah kambuh bagi mereka yang sebelumnya pernah menderita batu ginjal.

GEJALA BATU GINJAL

Gejala batu ginjal biasanya tidak akan dirasakan penderitanya jika batu tersebut masih berada di dalam ginjal. Gejala juga tidak akan terasa jika batu ginjal berukuran sangat kecil sehingga dikeluarkan dari tubuh melalui ureter dengan mudah.
Gejala akibat batu ginjal terasa ketika batu berukuran lebih besar keluar dari ginjal menuju ureter. Ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Ureter merupakan organ berbentuk tabung dengan jaringan yang sensitif. Ketika batu ginjal yang cukup besar melewati ureter, batu tersebut akan bergesekan dengan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi dan bahkan luka. Ini sebabnya kadang-kadang urin bisa mengandung darah. Jika batu tersebut berukuran cukup besar, batu bisa tersangkut di dalam ureter sehingga menghambat urin untuk mengalir dari ginjal.
Gejala batu ginjal yang paling umum adalah rasa nyeri pada perut dan punggung bagian bawah, pinggang, serta selangkangan. Nyeri tersebut bisa terasa secara konstan atau bisa datang dan pergi.
Gejala lain dari batu ginjal yang muncul adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil dan rasa sakit saat kencing. Warna urin pun tampak keruh dan baunya berbeda dari biasanya. Warna keruh seperti kecokelatan atau kemerahan pada urin tersebut bisa karena pendarahan saat batu ginjal melewati saluran kemih.
Selain itu, penderita juga susah beristirahat dengan tenang, mengalami mual, dan muntah-muntah.
Jika batu tersangkut di dalam ureter sehingga urin tertumpuk di dalam ginjal dan menyebabkan infeksi pada ginjal, suhu tubuh penderita akan naik. Infeksi ginjal juga membuat penderita merasa menggigil, mengalami diare, dan merasa sangat lemas.

PENYEBAB BATU GINJAL

Ginjal membersihkan darah tiap hari dengan menyaring zat-zat limbah yang terdapat di dalamnya untuk selanjutnya dibuang dalam bentuk urin. Terkadang kadar zat-zat tersebut terlalu tinggi sehingga tidak dapat sepenuhnya dibuang oleh tubuh dan mengendap di dalam ginjal. Endapan tersebut lama-kelamaan dapat mengeras atau mengkristal, sehingga terbentuklah apa yang dinamakan batu ginjal.
Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, batu ginjal dapat dibagi menjadi empat jenis utama, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.
Batu kalsium disebabkan oleh tingginya kadar kalsium di dalam urin. Jenis batu ginjal ini merupakan yang paling umum terjadi. Tingginya kadar kalsium bisa berasal dari makanan yang mengandung oksalat maupun vitamin D, misalnya kacang kedelai, hati sapi, cokelat, teh, kopi, dan tiram. Tingginya kalsium juga bisa disebabkan kelenjar paratiroid yang terlalu aktif. Hormon yang diproduksi kelenjar ini berfungsi sebagai pengatur jumlah kalsium di dalam darah.
Yang kedua adalah batu asam urat. Batu ini terbentuk akibat tingginya kadar asam urat di dalam urin yang disebabkan oleh makanan berkadar purin tinggi. Contoh makanan yang memicu tingginya asam urat adalah kerang-kerangan, daging kambing, dan jeroan. Selain batu ginjal, batu asam urat juga bisa terbentuk dan menyebabkan rematik asam urat atau gout.
Yang ketiga adalah batu struvit. Ini merupakan jenis batu ginjal yang dapat terbentuk dan membesar secara cepat. Penyebab utama terbentuknya batu struvit adalah infeksi saluran kemih yang tidak diobati dan dibiarkan saja. Jenis batu ini lebih sering ditemukan pada pasien wanita dibandingkan pasien laki-laki.
Yang terakhir adalah batu sistin. Batu ginjal ini terbentuk akibat terlalu banyaknya asam amino sistin yang dikeluarkan oleh ginjal. Batu sistin merupakan jenis batu ginjal yang sangat jarang ditemukan. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit yang dikenal sebagai sistinuria.

DIAGNOSIS BATU GINJAL

Dalam mendiagnosis batu ginjal, pertama-tama dokter akan mencoba menggali keterangan terlebih dahulu dari pasien seputar gejala-gejala yang dialaminya. Biasanya dokter akan menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah belakangan pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.
Setelah keterangan lisan tersebut dikumpulkan, tes akan dilakukan untuk memastikan diagnosisnya. Tes tersebut bisa berupa tes urin, tes darah, dan pemeriksaan lewat citra gambar seperti intravenous urogram, CT scan, atau X-ray.
Pemeriksaan urin dilakukan untuk mengetahui keberadaan infeksi pada saluran kemihyang terkait dengan batu ginjal. Selain itu, jika sampel urin mengandung serpihan batu ginjal, tes ini dapat membantu dokter dalam mengenali jenis batu ginjal yang terbentuk.
Sedangkan untuk pemeriksaan darah, metode ini dilakukan untuk membantu dokter mengetahui kadar zat yang berpotensi menyebabkan batu ginjal, misalnya seperti kadar kalsium atau asam urat di dalam darah. Selain itu, tes darah juga dilakukan untuk memeriksa apakah ginjal pasien masih berfungsi dengan baik.
Yang terakhir adalah pemeriksaan melalui citra gambar dengan X-ray, CT scan atauintravenous urogram (IVU). Pemeriksaan yang hanya bisa dilakukan di rumah sakit ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memastikan keberadaan dan menentukan posisi batu ginjal secara tepat dan akurat.
Analisis yang tepat akan sangat membantu dokter dalam menentukan penanganan atau obat-obatan yang sesuai dengan kondisi penderita batu ginjal.

KOMPLIKASI BATU GINJAL

Kasus komplikasi yang muncul akibat batu ginjal jarang terjadi. Meskipun begitu kondisi ini jangan dianggap enteng. Terhalangnya laju pembuangan urin bukan hanya menimbulkan rasa sakit, namun dikhawatirkan dapat mengarah pada kondisi yang lebih serius seperti infeksi atau bahkan gagal ginjal jika tidak ditangani dengan benar. Selain potensi berdampak pada ginjal, komplikasi yang paling sering terjadi adalah kecenderungan batu ginjal untuk kambuh. Jika Anda pernah menderita batu ginjal sebelumnya, maka Anda berpeluang untuk kembali terkena kondisi yang sama. Berikut adalah faktor pemicu terbentuknya batu ginjal berulang kali:
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan terlalu sedikit mengonsumsi serat.
  • Hanya memiliki satu ginjal yang masih berfungsi.
  • Pernah mengalami beberapa infeksi yang berhubungan dengan ginjal atau sistem saluran kemih sebelumnya.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit batu ginjal.
  • Pernah menjalani operasi pada sistem pencernaan.
  • Rutin mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D dan kalsium.
  • Mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin, antibiotik tertentu, antasida, diuretik, obat anti epilepsi, dan obat-obatan untuk HIV.
Prosedur pengangkatan batu ginjal berukuran besar, terutama dengan metode ureterorenoskopi juga berpotensi menimbulkan komplikasi seperti pendarahan, cedera pada saluran ureter, terhambatnya ureter akibat serpihan batu ginjal dan infeksi darah atau sepsis.

PENGOBATAN BATU GINJAL

Pengobatan penyakit batu ginjal dibagi menjadi dua berdasarkan ukurannya. Jika masih tergolong kecil, batu masih dapat melalui saluran kemih tanpa harus dilakukan operasi untuk mengeluarkannya. Dokter biasanya akan menyarankan pasien melakukan langkah pengobatan selayaknya pencegahan, yaitu dengan minum cukup air putih tiap hari. Dengan adanya aliran cairan secara terus-menerus, diharapkan batu ginjal yang kecil dapat terdorong keluar dengan sendirinya.
Jika air putih saja dianggap belum cukup, dokter kemungkinan akan meresepkan obat untuk membantu melancarkan pengeluaran batu ginjal, misalnya tamsulosin.
Apabila gejala yang dirasakan pasien sudah cukup mengganggu, biasanya dokter cukup meresepkan obat pereda rasa sakit, seperti parasetamol, ibuprofen dan kodein. Selain pereda sakit, dokter juga akan memberikan obat untuk menangani gejala mual dan muntah-muntah. Obat  penghambat alfa juga tersedia untuk membuat dinding ureter menjadi lebih rileks. Tujuannya agar batu ginjal dapat melewatinya dengan lebih mudah.
Penanganan batu ginjal dengan operasilebih jarang dilakukan. Langkah ini baru akan diterapkan jika batu tersebut berukuran besar sehingga menyumbat saluran kemih pasien. Apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih parah, seperti pendarahan atau bahkan kerusakan ginjal. Prosedur-prosedur untuk menangani batu ginjal yang besar adalah:
  • Ureterorenoskopi, yaitu prosedur pengangkatan batu ginjal dengan menggunakan sebuah alat yang disebut ureteroskop yang dimasukkan ke ureter melalui uretra dan kandung kemih. Uretra adalah saluran terakhir untuk keluarnya urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Alat yang menyerupai selang kecil dan dilengkapi kamera ini dapat melihat letak batu ginjal. Setelah letaknya diketahui, batu akan dihancurkan. Ureterorenoskopi biasanya dilakukan untuk menangani batu yang terjebak di dalam ureter.
  • Bedah terbuka. Di zaman modern seperti sekarang, prosedur ini sebenarnya sudah tergolong jarang dan hanya dilakukan untuk mengangkat batu ginjal yang berukuran sangat besar. Sesuai dengan namanya, bedah terbuka dilakukan dengan cara membuat sebuah sayatan pada permukaan kulit dekat dengan ginjal dan ureter yang berfungsi sebagai akses bagi dokter bedah untuk mengangkat batu ginjal.
  • Extracorporeal shock wave lithotripsy atau disingkat ESWL, yaitu prosedur penghancuran batu ginjal dengan menggunakan gelombang energi. Batu dihancurkan agar serpihan-serpihannya dapat keluar dengan mudah.
  • Percutaneous nephrolithotomy atau disingkat PCNL, yaitu prosedur penghancuran batu ginjal. Sayatan kecil dibuat di atas permukaan kulit dekat ginjal sehingga alat yang disebut nephroscope bisa masuk untuk memecahkan dan mengangkat serpihan batu ginjal.

PENGOBATAN WASIR (HEMOROID) DENGAN OBAT HERBAL BIOJAVA PROPOLIS

DOSIS DAN PENGGUNAAN BIOJAVA PROPOLIS


Dosis minimal yang efektif
  • 10 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari. Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
  • 60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu

PENGERTIAN KISTA OVARIUM

Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu di kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini termasuk dalam sistem reproduksi wanita. Organ ini berfungsi menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause) dan juga memproduksi hormon estrogen dan progesteron.
Fungsi ovarium terkadang dapat mengalami gangguan dan kista termasuk gangguan yang sering terjadi. Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk dalam ovarium.
Kista ovarium memiliki dua kategori utama. Kista fungsional yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista yang paling umum terjadi ini dapat hilang sendiri dan tidak berbahaya. Berlawanan dengan kista fungsional, terdapat jenis kista yang mengandung sel abnormal. Sebagian kecil kasus mempunyai sel abnormal yang bersifat kanker.

Gejala Kista Ovarium

Sebagian besar wanita pernah memiliki kista ovarium. Kista umumnya tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan.
Tetapi kista berukuran besar atau yang pecah dapat mengakibatkan gejala yang serius sehingga perlu ditangani melalui operasi. Gejala kista ovarium yang perlu diwaspadai antara lain:
  • Menstruasi yang tidak teratur.
  • Nyeri pada tulang panggul.
  • Sering buang air kecil.
  • Pencernaan yang tidak lancar.
  • Senantiasa merasa kenyang atau kembung.
  • Sulit buang air besar.
Jika kista ovarium menyebabkan gejala, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis ginekologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan untuk memastikan diagnosis. Misalnya, pemeriksaan organ intim, USG, serta tes darah.

Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Kista

Kista umumnya akan hilang sendiri dalam beberapa bulan. Untuk memastikannya, Anda dapat menjalani pemeriksaan USG. Berikut beberapa faktor yang menentukan perlu atau tidaknya pengangkatan kista:
  • Ada atau tidak adanya gejala. Sekitar empat persen kasus kista akan menyebabkan gejala. Jika gejala terjadi, operasi pengangkatan akan dianjurkan.
  • Ukuran dan kandungan kista. Kista yang berukuran besar dan yang diperkirakan mengandung sel abnormal perlu diangkat melalui operasi.
  • Kista terjadi dalam masa menopause. Wanita yang telah mengalami menopause memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker ovarium yang berkembang dari kista.
Penderita kista yang telah mengalami menopause dianjurkan untuk menjalani tes darah dan USG secara teratur untuk memastikan hilangnya kista dalam waktu dekat. Jika tidak, kista perlu memerlukan langkah penanganan melalui operasi pengangkatan karena berpotensi berkembang menjadi kanker ovarium.

Dampak Kista pada Kesuburan

Kista sering dinilai dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya kista dapat diangkat dengan mudah tanpa mengganggu ovarium. Tapi untuk jenis kista ovarium yang kompleks, penanganannya melalui operasi dapat memengaruhi tingkat kesuburan Anda.

GEJALA KISTA OVARIUM

Keberadaan kista cenderung tidak menyebabkan gejala. Tetapi jika sel kista tersebut pecah, berukuran besar, atau menyumbat aliran darah ke ovarium, akan muncul beberapa gejala. Di antaranya:
  • Menstruasi yang tidak teratur atau berubah.
  • Nyeri pada tulang panggul beberapa saat sebelum atau setelah menstruasi.
  • Nyeri pada tulang panggul saat berhubungan seks.
  • Sering buang air kecil.
  • Sulit buang air besar.
  • Proses pencernaan yang tidak lancar.
  • Perut terasa kembung.
  • Lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya.
  • Limbung atau pusing.

PENYEBAB KISTA OVARIUM

Kista ovarium terbagi dalam dua kategori utama, yaitu kista fungsional dan kista dengan sel abnormal.

Kista Fungsional

Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista yang paling umum terjadi ini cepat hilang dan tidak berbahaya. Kista fungsional bisa terbagi menjadi dua jenis yaitu kista korpus luteum dan kista folikel.
Korpus luteum adalah sel yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron setelah pelepasan sel telur. Ketika lubang keluarnya sel telur pada korpus luteum tersumbat, penumpukan cairan pun terjadi. Inilah yang menyebabkan korpus luteum berkembang menjadi kista.
Kista korpus luteum umumnya akan hilang dalam beberapa bulan, tapi memiliki risiko untuk pecah. Jika terjadi, kista ini dapat menyebabkan pendarahan dan sakit yang datang secara tiba-tiba.
Jenis kista fungsional yang kedua adalah kista folikel. Di dalam ovarium, sel telur berkembang dalam struktur yang dikenal sebagai folikel. Kista folikel terbentuk ketika folikel mengalami gangguan sehingga tidak bisa melepaskan sel telur. Folikel pun membengkak karena penuh cairan dan menjadi sebuah kista. Kista folikel bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Kista Dengan Sel Abnormal

Kategori kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil kista ini bisa bersifat kanker.
Kista dermoid
Kista dermoid adalah jenis kista dengan sel abnormal yang paling umum terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun.
Kista ini dapat mengandung semua jenis jaringan manusia, misalnya rambut, darah, lemak, tulang, kulit, serta gigi. Hal ini dapat terjadi karena kista ini berasal dari sel yang belum berkembang menjadi sel telur. Sel ini mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi sel jaringan tubuh apapun.
Kista dermoid umumnya tidak ganas, tapi dapat berkembang dan membesar hingga berdiameter 20 cm sehingga harus diangkat dengan proses operasi.
Kista adenoma
Ini adalah kista yang umum ditemukan pada wanita di atas 40 tahun dan terbentuk dari sel-sel jaringan luar ovarium.
Kista adenoma dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kista adenoma serosa dan kista adenoma mucinous. Kista adenoma serosa biasanya berukuran kecil, tapi dapat mengakibatkan gejala jika pecah.
Sedangkan ukuran kista adenoma mucinous dapat berkembang hingga berdiamater 35 cm. Kista ini jarang yang bersifat ganas, tapi dapat menyebabkan ovarium terpelintir sehingga aliran darah ke ovarium pun tersumbat.
Selain penyebab kista yang telah dibahas di atas, faktor lain yang dapat memicu terbentuknya kista ovarium adalah menderita endometriosis atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).

DIAGNOSIS KISTA OVARIUM

Keberadaan kista sering tidak terdeteksi karena sebagian besar tidak menyebabkan gejala. Tetapi jika terdapat indikasi adanya kista ovarium, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis ginekologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebelum menjalani USG dan pemeriksaan darah spesifik, dokter akan memeriksa organ intim dan sekitar perut bawah untuk keberadaan kista.
Setelah pemeriksaan fisik, USG akan dilakukan untuk memastikan keberadaan, letak, dan ukuran kista. Selain itu, cairan kandungan kista juga bisa terlihat melalui USG. Jika kista yang terdeteksi mengandung lebih banyak zat padat daripada cairan, tes darah akan dianjurkan. USG bisa dilakukan di atas perut atau bisa dimasukkan ke dalam vagina untuk gambar yang lebih jelas.
Tes darah yang dianjurkan adalah untuk mengukur protein CA125. Jika CA125 rendah, berarti pasien aman. Tetapi jika tinggi, ada kemungkinan pasien menderita kanker ovarium. Peningkatan protein ini juga dapat disebabkan oleh penyakit selain kanker ovarium seperti endometriosis dan tuberkulosis
Kista umumnya akan hilang sendiri tanpa penanganan khusus. Ada beberapa hal yang menentukan perlu atau tidaknya langkah pengobatan, yaitu:
  • Ada atau tidaknya gejala akibat kista ovarium.
  • Ukuran kista.
  • Apakah penderita telah melewati masa menopause.
Penderita yang telah mengalami menopause mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengidap kanker ovarium. Oleh karena itu, agar kista tidak berkembang menjadi kanker, kista tersebut perlu diangkat melalui operasi jika dalam waktu dekat tidak menghilang.

Pemantauan Rutin

Pemantauan rutin biasa dilakukan jika ada kista tanpa gejala yang terdeteksi. Kista ini tidak membutuhkan penanganan khusus dan dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Untuk memastikan, Anda dapat menjalani pemeriksaan USG.

Menangani Kista Ovarium Dengan Prosedur Operasi

Jika Anda mengidap kista berukuran besar yang terus berkembang atau yang menyebabkan gejala, dokter spesialis ginekologi biasanya akan menganjurkan Anda untuk menjalani operasi. Operasi pengangkatan kista yang kecil bisa dilakukan dengan operasi ‘lubang kunci’ atau laparoskopi. Dalam laparoskopi, sayatan yang dibuat hanya berukuran sekitar 1 cm. Sedangkan untuk kista yang besar atau yang diperkirakan mengandung sel abnormal, operasi dengan sayatan lebih besar atau laparotomi akan dilakukan.
Semua operasi pasti memiliki risiko, termasuk operasi pada kista ovarium. Jika komplikasi terjadi, pasien perlu menemui dokter. Berikut beberapa gejala yang mengindikasikan terjadinya infeksi, yaitu:
  • Sakit tidak tertahankan dan pembengkakan pada perut.
  • Pendarahan yang parah.
  • Sekresi vagina yang berwarna gelap dan berbau tidak sedap.
  • Demam tinggi.

Dampak Penanganan Kista pada Kesuburan

Kista sering dinilai dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena kebanyakan kista dapat diangkat dengan mudah tanpa menggangu organ reproduksi wanita. Walau demikian, ada prosedur operasi yang dapat memengaruhi kesuburan.
Operasi pengangkatan ovarium sepenuhnya akan dianjurkan jika kista yang terdeteksi:
  • Berukuran sangat besar sehingga membungkus seluruh ovarium dan tuba falopi.
  • Kemungkinan besar bersifat ganas.
Pengangkatan satu ovarium memang akan sedikit memengaruhi tingkat kesuburan. Tetapi ovarium yang tersisa akan terus memproduksi hormon dan sel-sel telur sehingga kemungkinan Anda untuk hamil dan memiliki anak tetap ada.
Berbeda halnya jika pengangkatan kedua ovarium dilakukan. Ini akan memicu menopause dini dan meniadakan kemungkinan Anda untuk memiliki anak. Pengangkatan kedua ovarium bersama dengan rahim dan jaringan sekitarnya dilakukan jika kista terbukti mengandung sel kanker ganas.


PENGOBATAN KISTA DENGAN OBAT HERBAL BIOJAVA PROPOLIS

DOSIS DAN PENGGUNAAN BIOJAVA PROPOLIS


Dosis minimal yang efektif
  • 10 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari. Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
  • 60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu
.