Tampilkan postingan dengan label biojava. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biojava. Tampilkan semua postingan

Propolis merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah : Di alam, lebah mengumpulkan getah dari berbagai jenis tanaman, untuk kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat pada mulut lebah sehingga dihasilkan propolis.

Bagi Lebah propolis berfungsi sebagai zat kekebalan sarang dan tubuh lebah dari bakteri, virus, jamur dan pollutan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian di berbagai negara propolisberfungsi membantu memperbaiki daya tahan tubuh pada manusia.


Keunggulan Biojava Trigona Propolis 
·       Biojava Trigona Propolis berasal dari propolis jenis lebah trigona, yang merupakan salah satu lebah yang dikenal menghasilkan propolis dengan  kualitas unggul dan dengankuantitas/hasil "paling banyak" dibandingkan dengan lebah melifera. Karena itu lebah trigona dijuluki "lebah spesialis penghasil propolis".
·        Kadar bioflavonoidnya sangat tinggi 5,5% (lolos uji kendali mutu di laboratorium UGM Yogyakarta), dengan kadar ekstrak propolis 20% berstandard (proses penyaringan hinngga tahap akhir sehingga lebih jernih tanpa ampas/kotoran-kotoran lilin/malam lebah) sehingga lebih cepat larut dalam AIR dan lebih efektif untuk kebugaran maupun untuk terapi pengobatan berbagai penyakit. khasiat propolis lebih ditentukan oleh kadar tinngi-rendahnya BIOFLAVONOID yang terkandung di dalamnya, bukan sekedar nilai prosentase (10%,20%,30%,35%,45%,50% dan seterusnya) ekstrak propolis yang tercantum pada label/kemasan.
·        Harga lebih terjangkau dengan kualitas yang bersaing dipasaran dibanding produk-produk lain yang sejenis.
·        Metode ekstraksi dijamin(dengan sistem Dingin) tanpa pemanasan yang dapat merusak kandungan .
·        Dijamin tidak mengandung alkohol (free alkohol) dan dijamin tidak mengandung bahan-bahan berbahaya lainnya.


Setiap penyakit yang muncul sesungguhnya merupakan akumulasi dari sel-sel yang rusak, saat sel yang rusak ini masih sedikit gejala sakit masih belum terlihat, tetapi apabila sel yang rusak ini bertambah banyak maka akan menyebabkan jaringan dan organ tubuh menjadi rusak dan membuat kita menunjukkan gejala sakit.

Manfaat Biojava Trigona Propolis, Insya Allah  :
·        PROPOLIS sebagai pengobatan alami, mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
·        Propolis sebagai antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
·        Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya: thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
·        Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya: demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
·        Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya: eksim, panu, keputihan, ketombedan sebagainya.
·        Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya: maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka bakar dan sebagainya.
·        Propolis sebagai antikanker dan mutagenesis sel, misalnya: kanker, tumor, mioma, kista dan sebagainya.
·        Propolis berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi.
·        Propolis berfungsi sebagai pembuangan racun, misalnya: asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus, dan sebagainya.
·        Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, berbagai infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.
·        Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh yang sangat bagus buat mengurangi resiko gagal ginjal dan sekaligus antioksidan kuat yang akan mencegah kanker
·        Propolis meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dosis dan Penggunaan


Pengobatan

Dosis minimal yang efektif

10 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari

Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu
Menjaga kesehatan
3 tetes 2 kali sehari



Prinsip Umum dan Cara Pakai 



Propolis Biojava Trigona Propolis adalah Minuman Kesehatan Alami yang bersifat OBAT, di bawah ini adalah aturan umum sebelum minum Biojava Trigona Propolis

Untuk diminum :

1. Gunakan air bersuhu kamar/air hangat untuk melarutkan Biojava Trigona Propolis

2. Hindari pengunaan Wadah / alat yang terbuat dari logam
3. Teteskan Biojava Trigona Propolis sesuai keperluan dan kemudian diaduk secara sempurna
4. Boleh dicampur dengan berbagai jenis minuman/juice
Dapat dikombinasikan dengan obat-obatan dokter 1 jam sebelum atau setelahnya
Untuk di luar tubuh :
Oleskan Biojava Trigona Propolis secukupnya pada bagian yang akan   diobati
Untuk diteteskan ke mata :
Encerkan 1 tetes Biojava Trigona Propolis dengan 1-2 ml air, kemudian diteteskan di mata



Efek Samping



Dr Leonard Mc Kewan menuliskan bahwa selama 2500 tahun penggunaan propolis oleh berbagai masyarakat dari berbagai kebudayaan tidak tercatat adanya efek negatif yang serius daripropolis. Bahkan dokter-dokter di rusia biasa memberikan 9 gram propolis setiap harinya kepada pasien tanpa mengalami kendala. Adapun efek ringan yang sering dirasakan oleh pasien adalah mulut dan tenggorokan terasa kering setelah mengkonsumsi propolis dan kulit yang terasa hangat setelah dioleskan propolis.



Alergi



Pada sebagian orang mungkin muncul alergi terhadap propolis, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jumlah orang yang alergi terhadap madu.

Untuk mengetahui apakah seseorang alergi terhadap propolis maka dapat dilakukan tes alergi.

Langkah-langkah tes alergi adalah sebagai berikut:


1. Tes alergi pada kulit; dimulai dengan mengoleskan cairan propolis pada bagian kulit sensitif pasien (pada wajah atau lengan bagian bawah) kemudian ditunggu sekitar 30 menit. Apabila pada bagian kulit yang dioleskan terasa gatal dan memerah berarti pasien tersebut alergi terhadap propolis dan disarankan kulit yang diolesi propolis segera dicuci bersih dangan sabun dan dibilas menggunakan air hangat. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Jika tidak terdapat rasa gatal dan merah pada bagian kulit yang dioleskan maka lakukan tes alergi kedua.



2. Tes alergi pada mulut dan kerongkongan: campurkan 2-3 tetes propolis pada sedikit air putih kemudian dikumur-kumur dimulut dan diminum, tunggu selama 15 menit. Apabila mulut dan kerongkongan terasa gatal berarti pasien alergi terhadap propolis disarankan pasien minum air hangat banyak-banyak minimal 500 ml. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Tetapi jika pasien tidak merasakan gatal pada mulut dan kerongkongan berarti pasien tersebut aman dan bisa langsung diobati dengan propolis




PENGERTIAN WASIR (HEMOROID)

Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam atau di sekitar bokong, baik di dalam rektum atau di dalam anus. Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan bahkan tidak menimbulkan gejala. Jika saja terdapat gejala wasir, biasanya yang sering terjadi adalah:
  • Pendarahan setelah buang air besar. Warna darah berwarna merah terang.
  • Benjolan tergantung di luar anus. Benjolan ini biasanya harus didorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
  • Mengalami gatal-gatal di sekitar anus.
Pembuluh darah bisa membengkak di dalam anus, disebut sebagai hemoroid internal. Pembengkakan juga bisa terjadi di luar, yaitu di dekat lubang anus, disebut sebagai hemoroid eksternal. Penderita bisa mengalami keduanya secara bersamaan.
Wasir atau hemoroid adalah penyakit yang umum terjadi. Pada usia 50 tahun, hampir setengah orang dewasa menderita gatal-gatal, tidak nyaman dan pendarahan. Ini bisa menandakan munculnya hemoroid.

Penderita Wasir atau Hemoroid di Indonesia

Menurut data WHO tahun 2008, jumlah penderita wasir atau hemoroid di seluruh dunia adalah sekitar 230 juta orang. Menurut data Depkes pada tahun 2008, prevalensi hemoroid di Indonesia adalah setidaknya 5,7 persen dari total populasi atau sekitar 10 juta orang.

Berkonsultasi Kepada Dokter

Jika gejala yang muncul tidak membaik, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Terutama jika Anda mengalami pendarahan atau merasa perih. Gejala hemoroid biasanya hilang dengan sendirinya. Selain itu, bisa disembuhkan dengan pengobatan sederhana yang bisa dibeli di apotek tanpa memakai resep.
Dokter bisa mendiagnosis apakah Anda menderita hemoroid dengan menanyakan riwayat kesehatan dan juga melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa saluran pembuangan Anda. Beberapa orang merasa enggan untuk bertemu dokter. Anda tidak perlu merasa malu, semua dokter sudah terbiasa dalam memeriksa dan manangani wasir karena ini adalah penyakit yang sangat umum.

Penyebab Kemunculan Wasir (Hemoroid)

Penyebab hemoroid sebenarnya masih tidak jelas. Meski penyakit ini dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada di anus dan sekitarnya. Sebagian besar kondisi ini disebabkan terlalu lama mengejan saat buang air besar. Konstipasi jadi penyebab utama dari orang mengejan. Biasanya akibat dari kekurangan nutrisi serat di dalam makanan.
Beberapa hal yang meningkatkan risiko Anda terkena hemoroid:
  • Berusia lebih dari 45 tahun
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid
  • Sedang hamil

Perubahan Gaya Hidup Untuk Mencegah Dan Mengobati Wasir

Gejala hemoroid bisa menghilang setelah beberapa hari tanpa penanganan. Hemoroid yang muncul pada masa kehamilan akan menghilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan. Tapi membuat perubahan gaya hidup untuk mengurangi nyeri pada pembuluh darah anus dan sekitarnya sangat disarankan. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah:
  • Meminum banyak air putih. Kurangi mengonsumsi kafein dan minuman keras.
  • Menambah asupan serat di dalam makanan: buah, sayuran, beras merah atau cokelat, biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum.
  • Tidak menunda untuk buang air besar. Sebaliknya, jika mengabaikan dorongan untuk buang air besar, bisa membuat tinja keras dan kering hingga memaksa kita harus mengejan saat buang air besar.
  • Berolahraga secara teratur: Bisa mencegah terjadinya konstipasi, menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan.
  • Menurunkan berat badan.
  • Menghindari obat-obatan yang menyebabkan konstipasi seperti obat pereda rasa sakit yang mengandung kodein.
Perubahan gaya hidup di atas juga bisa mengurangi risiko hemoroid untuk kambuh. Atau juga bisa mencegah munculnya hemoroid atau wasir. Terdapat obat-obatan yang bisa dibeli atau diresepkan oleh dokter. Obat ini berfungsi untuk mempermudah dalam membuang air besar. Obat oles bisa langsung digunakan pada bokong Anda atau tablet yang bisa dibeli dari apotek secara bebas.
Untuk mengatasi hemoroid yang lebih parah, bisa digunakan beberapa pilihan jenis pengobatan. Salah satunya adalah dengan pengikatan wasir. Ini adalah proses tanpa operasi. Tali yang elastis diikatkan pada bagian bawah hemoroid secara kuat. Ini bertujuan untuk memotong aliran darah. Hemoroid akan terjatuh sekitar satu minggu. Operasi dengan pembiusan umum kadang dilakukan. Operasi hemoroid ini untuk mengangkat atau menyusutkan hemoroid yang besar atau jenis eksternal.

GEJALA WASIR (HEMOROID)

Gejala yang muncul akibat wasir atau hemoroid pada umunya ringan. Gejalanya bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Beberapa orang bahkan tidak menyadari mereka menderita hemoroid karena mereka tidak mengalami gejala sama sekali. Gejala yang sering kali muncul adalah:
  • Pendarahan setelah buang air besar. Warna darah akan merah terang.
  • Benjolan tergantung di luar anus. Benjolan ini biasanya di dorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
  • Mengalami gatal-gatal di sekitar anus.
  • Keluarnya mukosa atau lendir setelah buang air besar.
  • Rasa sakit, memerah dan pembengkakan di sekitar anus.
Hemoroid biasanya tidak sakit, kecuali jika aliran darah melambat atau terganggu. Jika Anda mengalami gejala hemoroid yang parah, konsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan pendarahan rektum harus dilakukan ketika terjadi. Ini bertujuan agar dokter bisa mengetahui kemungkinan kondisi yang lebih serius.

PENYEBAB WASIR (HEMOROID)

Penyebab sebenarnya dari wasir atau hemoroid masih belum jelas. Tapi pada kebanyakan kasus yang ada, diperkirakan ada kaitan kuat dengan meningkatnya tekanan dalam aliran darah. Tekanan inilah yang menyebabkan pembuluh darah pada bagian bokong membengkak atau mengalami peradangan.

Orang-orang yang Berisiko Terkena Hemoroid

Di bawah ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena wasir atau hemoroid.
  • Penyakit konstipasi yang berkelanjutan karena kekurangan serat dalam makanan.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Diare yang berkepanjangan.
  • Riwayat kesehatan keluarga, menjadikan Anda lebih berisiko menderita wasir atau hemoroid.
  • Batuk dan muntah-muntah yang berkelanjutan.
  • Sering mengangkat beban berat.
  • Kehamilan sebagai kondisi yang bisa meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di panggul. Pembuluh darah akan membesar dan hemoroid akan muncul. Hemoroid biasanya akan sembuh setelah Anda melahirkan.
  • Berusia lebih dari 45 tahun. Saat usia makin bertambah, jaringan penopang tubuh makin lemah. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko Anda terkena hemoroid.

DIAGNOSIS WASIR (HEMOROID)

Wasir atau hemoroid bisa dengan mudah didiagnosis oleh dokter dengan memeriksa bagian belakang tubuh Anda untuk mencari pembengkakan pembuluh darah.
Jika terdapat hemoroid, dokter akan memeriksa lokasi, ukuran, dan mengusulkan rencana pengobatan berdasarkan tingkat keparahan wasir atau hemoroid yang diderita.
Dokter bisa mengevaluasi gejala yang terjadi untuk mengetahui kemungkinan masalah yang lebih serius. Beberapa kondisi yang memengaruhi anus dan usus besar bisa menyebabkan pendarahan, gatal-gatal, dan rasa tidak nyaman. Banyak orang yang mengalami gejala ini mengira menderita hemoroid, padahal sebenarnya tidak.
Beberapa orang merasa enggan untuk menemui dokter. Anda tidak perlu merasa malu, semua dokter sudah terbiasa dalam menangani penyakit umum ini. Anda hanya perlu menceritakan gejala dan sakit yang Anda rasakan. Misalnya Anda mengalami penurunan berat badan, perubahan pola buang air besar, atau jika kotoran menjadi berwarna gelap dan lengket.

Pemeriksaan Colok Dubur atau Digital Rectal Examination

Bagian luar dari anus akan diperiksa dokter untuk melihat apakah terdapat hemoroid. Kemungkinan dokter juga akan melakukan pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination (DRE). Pemeriksaan colok dubur ini dilakukan untuk memeriksa kondisi organ dan struktur lain di dalam panggul atau usus besar bagian bawah.
Dalam prosedur pemeriksaan ini, dokter akan memakai sarung tangan dan menggunakan pelumas. Dokter memakai jari telunjuknya untuk memeriksa apakah ada kelainan di dalam dubur. Pemeriksaan ini seharusnya tidak menyakitkan, tapi Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman. Pemeriksaan colok dubur pada umumnya tidak memakan waktu lebih dari lima menit.

Prosedur Pemeriksaan Proktoskopi

Pemeriksaan lanjutan memakai proktoskop mungkin diperlukan. Proktoskopi adalah pemeriksaan melalui rektum memakai teropong besi atau plastik khusus yang disebut dengan proktoskop. Proktoskop adalah pipa kecil berlubang dengan lampu dan kamera pada ujungnya dan dimasukkan ke dalam anus. Rektum adalah saluran berotot dengan panjang sekitar 20 cm yang menghubungkan usus besar dengan anus. Kotoran, isi perut, dan gas dikeluarkan dari tubuh melalui anus.
Dengan prosedur ini, dokter bisa melihat seluruh saluran anus atau bagian terakhir dari usus besar yaitu rektum. Ada kemungkinan dokter akan mengambil sampel jaringan dari dalam rektum untuk diperiksa di laboratorium. Pengambilan sampel jaringan ini disebut dengan istilah biopsi.

Klasifikasi Hemoroid

Setelah pemeriksaan colok dubur atau proktoskopi, dokter bisa mengetahui jenis hemoroid yang diderita. Dua jenis utama dari hemoroid adalah hemoroid internal dan hemoroid eksternal.
Hemoroid internal biasanya adalah pembengkakan kecil pada pembuluh darah yang ada di dinding anus. Tapi bisa juga pembuluh yang besar, hingga menonjol keluar dari anus. Jika sampai keluar dari anus dan ditekan otot anus, kondisi ini bisa sangat menyakitkan. Terlebih lagi, jika aliran darah menuju hemoroid dihentikan.
Hemoroid eksternal adalah hemoroid yang muncul di dekat lubang anus. Hemoroid ini bisa sangat gatal dan menggumpal di bawah kulit. Ini menimbulkan benjolan yang keras dan menyakitkan.
Dokter akan sangat terbantu jika mengetahui ukuran dan jenis hemoroid yang Anda punya. Dengan itu dokter bisa menentukan pengobatan hemoroid yang terbaik. Hemoroid bisa digolongkan lebih jauh lagi tergantung kepada ukuran dan tingkat keparahannya:
  • Tingkat satu: pembengkakan kecil yang muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anus.
  • Tingkat kedua: pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat Anda buang air besar dan masuk kembali dengan sendiri saat sudah selesai buang air.
  • Tingkat ketiga: satu atau lebih benjolan kecil yang menggantung dari anus dan bisa didorong untuk masuk kembali.
  • Tingkat keempat: benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembali.

PENGOBATAN WASIR (HEMOROID)

Wasir atau hemoroid sering kali menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, tapi ada banyak pengobatan untuk mengurangi gatal-gatal dan rasa tidak nyaman. Membuat perubahan pola makan sederhana dan tidak mengejan saat buang air besar, biasanya disarankan oleh dokter sebagai perawatan awal.
Kadang-kadang diperlukan perawatan yang lebih invasif. Perawatan ini tergantung kepada letak hemoroid. Apakah hemoroid berada di atas, di bawah, atau pada dentate line (garis dentate). Garis dentate adalah garis pada dinding lubang anus yang memisahkan area yang mampu dari area yang tidak mampu merasakan rasa sakit. Penanganan tanpa operasi pada hemoroid akan sangat menyakitkan jika hemoroid tumbuh pada atau di bawah garis dentate. Karena saraf pada area itu bisa mendeteksi rasa sakit. Jika hal ini terjadi, operasi hemoroid akan disarankan untuk dilakukan.

Perubahan Pola Makan dan Mawas Diri

Jika hemoroid disebabkan oleh konstipasi, Anda harus berusaha agar tinja menjadi lunak dan Anda bisa membuang air besar secara teratur. Tujuannya agar Anda tidak mengejan saat membuang air besar. Untuk melakukan itu, Anda bisa meningkatkan asupan serat dalam menu makanan Anda. Beberapa sumber serat yang bagus adalah roti gandum, sereal, buah, dan sayuran.
Anda juga harus minum banyak air dan menghindari konsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, dan minuman soda. Ikuti beberapa saran berikut ini saat Anda pergi ke toilet:
  • Tepuk pelan-pelan area bokong, bukan mengelapnya.
  • Setelah buang air besar, gunakan tisu yang lembut atau gunakan tisu khusus bayi untuk membersihkan area bokong. Jangan memakai tisu toilet yang kering dan bertekstur kasar.
  • Hindari mengejan saat buang air besar, kebiasaan ini bisa memperparah hemoroid.

Jenis Pengobatan yang Disarankan

Obat oles yang bisa dibeli secara bebas
Berbagai macam krim, salep, dan obat suppositoria tersedia di toko obat tanpa memerlukan resep dokter. Suppositoria adalah jenis obat-obatan yang dimasukkan langsung ke dalam anus. Obat-obatan sejenis ini bisa dipakai untuk meredakan pembengkakan atau ketidaknyamanan yang dirasakan pasien.
Jangan menggunakan obat-obatan di atas lebih dari satu minggu, kecuali dokter yang menganjurkannya. Produk-produk ini bisa menimbulkan efek samping seperti ruam dan inflamasi. Segala jenis pengobatan harus digabungkan dengan pola makan yang bagus serta tetap mawas diri. Tidak ada bukti tentang pengobatan mana yang lebih efektif. Tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang produk yang cocok untuk Anda.
Jangan lupa untuk membaca panduan penggunaan pada tiap obat sebelum memakai atau mengonsumsinya. Tidak dianjurkan memakai lebih dari satu produk obat-obatan secara bersamaan.
Pemakaian krim kortikosteroid
Jika Anda mengalami peradangan atau inflamasi di dalam atau pun di sekitar anus, dokter akan menyarankan penggunaan krim kortikosteroid. Jangan gunakan krim ini lebih dari tujuh hari berturut-turut. Krim ini bisa membuat kulit di sekitar anus menipis dan memperburuk iritasi.
Obat pereda rasa sakit
Parasetamol sebagai salah satu obat pereda rasa sakit, bisa membantu meredakan rasa sakit akibat hemoroid. Hindari obat pereda rasa sakit sejenis kodein. Obat ini bisa menyebabkan dan memperburuk konstipasi.
Produk yang mengandung obat bius lokal mungkin juga akan disarankan dokter untuk mengobati hemoroid. Misalnya pengobatan oles yang bisa dibeli langsung, dan sebaiknya hanya dipakai beberapa hari. Obat oles bisa membuat kulit jadi lebih sensitif. Obat ini bisa membantu beberapa orang yang mengalami hemoroid yang sangat menyakitkan. Tanyakan pada dokter sebelum memakai obat ini.
Penggunaan laksatif atau obat pencahar
Jika Anda mengalami konstipasi, dokter akan memberikan resep laksatif atau pencahar. Jenis pengobatan ini akan membantu memperlancar proses buang air besar.
Penanganan Hemoroid Tanpa Operasi
Jika perubahan pola makan dan pengobatan tidak memberikan hasil, dokter akan merujuk kepada dokter spesialis. Dokter spesialis bisa memastikan apakah Anda menderita hemoroid dan menyarankan penanganan yang tepat.
Jika hemoroid ditemukan berada di atas garis dentate, prosedur tanpa operasi seperti pengikatan atau skleroterapi akan disarankan.
Pengikatan hemoroid
Pengikatan ini melibatkan tali yang elastis diikatkan dengan kuat pada dasar dari hemoroid untuk memotong aliran darah. Tanpa aliran darah, hemoroid akan terlepas setelah seminggu menjalani perawatan ini.
Proses pengikatan ini adalah prosedur harian. Proses ini tidak memerlukan pembiusan dan pasien bisa kembali beraktivitas normal keesokan harinya. Rasa tidak nyaman dan nyeri mungkin akan muncul selama satu atau dua hari. Obat pereda rasa sakit biasa cukup efektif untuk mengatasi rasa sakit ini. Jika perlu, dokter akan memberi resep obat dengan dosis yang jauh lebih kuat.
Anda mungkin tidak menyadari ketika hemoroid sudah terlepas. Biasanya akan terlepas saat Anda buang air besar. Jika Anda melihat adanya lendir atau mukosa pada tujuh hari setelah prosedur pengikatan, berarti hemoroid sudah terlepas. Setelah melakukan pengikatan, akan ada sedikit darah pada kertas toilet. Itu hal yang normal, tapi seharusnya hanya ada sedikit pendarahan. Jika Anda mengeluarkan banyak darah berwarna merah terang atau gumpalan darah, segera pergi ke unit gawat darurat terdekat.
Tukak atau luka bisa saja muncul pada lokasi pengikatan. Tukak biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan. Untuk tahu lebih banyak, konsultasikan kepada dokter.
Suntikan skleroterapi
Penanganan dengan sebutan skleroterapi mungkin digunakan sebagai pengganti pengikatan wasir. Pada proses skleroterapi, larutan kimia disuntikkan ke dalam pembuluh darah pada anus. Suntikan ini akan menghilangkan rasa sakit dengan membuat ujung saraf menjadi mati rasa (kebas) pada lokasi penyuntikan. Suntikan ini juga membuat jaringan hemoroid mengeras dan akhirnya terbentuk sebuah luka. Setelah sekitar satu setengah bulan, ukuran hemoroid akan mengecil atau menyusut.
Setelah penyuntikan, hindari olahraga yang melelahkan sepanjang hari.  Anda mungkin merasakan rasa nyeri sementara atau sedikit mengalami pendarahan. Anda seharusnya bisa melanjutkan aktivitas normal, termasuk bekerja, sehari setelah suntikan skleroterapi.
Koagulasi dengan inframerah
Koagulasi dengan inframerah terkadang juga dipakai untuk menangani hemoroid. Pada prosesnya, sebuah alat yang memancarkan sinar inframerah dipakai untuk membakar jaringan hemoroid. Langkah ini juga berfungsi untuk memotong aliran darah.
Selain inframerah, prosedur yang sama juga bisa dilakukan memakai arus listrik. Metode ini lebih dikenal dengan nama diatermi atau elektroterapi untuk wasir.
Meski kebanyakan hemoroid bisa ditangani dengan metode yang sudah dijelaskan di atas, terdapat 10% dari seluruh pasien hemoroid yang akhirnya harus menjalani operasi.

OPERASI WASIR (HEMOROID)

Operasi akan disarankan jika pengobatan dan penanganan lain untuk wasir atau hemoroid telah dicoba dan tidak berhasil. Operasi juga bisa dilakukan jika hemoroid tidak cocok untuk pengobatan tanpa operasi. Ada banyak prosedur operasi untuk wasir.

Hemoroidektomi

Hemoroidektomi adalah operasi pengangkatan hemoroid. Biasanya dilakukan dengan bius umum. Anda akan tertidur dan tidak merasa kesakitan saat pengangkatan. Hemoroidektomi konvensional melibatkan pembukaan kecil dari anus. Ini berfungsi untuk memotong hemoroid. Anda butuh cuti kurang lebih tujuh hari untuk pulih kembali.
Pembedahan akan dilakukan pada jaringan di sekitar hemoroid. Pembuluh darah yang membengkak di dalam hemoroid akan diikat untuk mencegah pendarahan. Setelah itu, hemoroid diangkat. Area operasi mungkin dijahit tertutup atau dibiarkan terbuka. Kain kasa medis dipakai untuk menutupi lukanya.
Anda akan merasakan sakit dan nyeri setelah operasi atau bahkan berminggu-minggu setelahnya. Tapi ini bisa diatasi dengan obat pereda rasa sakit. Konsultasikan kepada dokter jika rasa sakit berlanjut. Kemungkinan hemoroid kembali setelah hemoroidektomi adalah 5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan penanganan hemoroid tanpa operasi.
Untuk mengurangi risiko munculnya kembali hemoroid, menambah asupan serat dalam makanan sangatlah penting.

Transanal haemorrhoidal dearterialisation atau THD

Transanal haemorrhoidal dearterialisation adalah operasi untuk mengurangi aliran darah ke hemoroid Anda. Biasanya dilakukan dengan pembiusan umum. Prosedur ini melibatkan memasukkan alat pemeriksa ultrasonografi Doppler yang berukuran kecil ke dalam anus. Alat ini menghasilkan gelombang suara yang tinggi, gelombang inilah yang membantu dokter bedah menemukan lokasi pembuluh darah  yang bengkak di dalam dan sekitar anus Anda. Pembuluh darah ini memasok darah ke hemoroid Anda.
Setiap pembuluh darah dijahit agar aliran darah ke hemoroid diputuskan. Proses ini membuat hemoroid menyusut atau mengecil beberapa hari setelahnya. Prosedur penjahitan ini juga bisa dilakukan untuk mengurangi hemoroid yang tergantung di luar anus.
THD merupakan operasi alternatif  yang terbukti efektif selain hemoroidektomi. THD menyebabkan rasa sakit yang lebih sedikit dibanding hemoroidektomi sehingga kepuasan dari penderita yang menjalani prosedur ini pun lebih tinggi. Sebagian besar orang yang menjalani THD bisa kembali ke aktivitas sehari-harinya lebih cepat daripada mereka yang menjalani prosedur operasi lain dalam penanganan wasir.
Ada risiko kecil terjadinya pendarahan dan rasa nyeri saat buang air besar setelah prosedur ini, tapi gejala ini akan membaik dalam beberapa minggu.

Stapled hemorrhoidopexy

Juga dikenal dengan istilah stapling. Ini adalah pilihan lain selain hemoroidektomi konvensional. Prosedur ini dilakukan untuk menangani hemoroid yang menggantung di luar anus. Langkah ini dilakukan dengan pembiusan umum, tapi prosedur ini jarang dilakukan karena memiliki risiko komplikasi yang serius.
Pada saat operasi, bagian dari anorektum atau bagian terakhir dari usus besar akan dijepit atau di-staple. Dengan begitu, kemungkinan hemoroid untuk menggantung di luar anus menjadi lebih kecil. Selain itu, pasokan darah ke hemoroid juga berkurang. Ini berakibat pada penyusutan hemoroid.
Waktu pemulihan prosedur penjepitan ini lebih cepat dari hemoroidektomi. Anda juga bisa kembali bekerja lebih cepat, yaitu sekitar tujuh hari setelah pelaksanaan operasi. Prosedur ini juga cenderung tidak terlalu menyakitkan. Tapi setelah penjepitan ini, lebih banyak pasien yang mengalami hemoroid yang menggantung di luar anus jika dibandingkan setelah operasi hemoroidektomi.
Terdapat sedikit komplikasi yang juga bisa terjadi setelah operasi ini. Komplikasi yang terjadi seperti munculnya fistula pada vagina wanita. Fistula adalah saluran yang terbentuk antara lubang anus dan vagina. Komplikasi yang lain adalah perforasi atau lubang pada rektum.
Penanganan lainnya seperti operasi dengan pembekuan dan operasi yang memakai sinar laser juga tersedia. Konsultasikan kepada dokter untuk tahu lebih banyak tentang cara pengobatan ini.

Risiko Yang Bisa Muncul Pasca Operasi Hemoroid

Komplikasi bisa muncul setelah operasi hemoroid, tapi risiko munculnya kondisi serius cukup kecil. Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi:
  • Kehilangan kontrol dalam membuang air besar
  • Fistula ani. Saluran kecil yang muncul antara anus dan permukaan kulit, di dekat anus.
  • Retensi urin. Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih.
  • Stenosis atau penyempitan lubang anus. Risiko tertinggi munculnya stenosis adalah hemoroid yang berada pada lingkaran dinding lubang anus.
  • Pendarahan atau mengeluarkan gumpalan darah saat buang air besar. Biasanya muncul kurang lebih tujuh hari setelah operasi.
  • Infeksi. Ini berisiko munculnya abses atau tumpukan nanah. Anda akan diberikan antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.
Masalah-masalah di atas bisa diatasi dengan pengobatan atau operasi lanjutan. Tanyakan risiko yang mungkin terjadi pada dokter bedah, sebelum Anda memilih untuk melakukan operasi.
Anda harus segera mencari bantuan medis secepatnya, jika gejala berikut ini muncul pasca operasi:
  • Rasa nyeri bertambah parah atau pembengkakan di sekitar anus.
  • Bermasalah dalam buang air kecil.
  • Pendarahan berlebihan.
  •  Demam

PENCEGAHAN WASIR (HEMOROID)

Cara terbaik untuk mencegah wasir atau hemoroid adalah dengan menjaga agar tinja tetap lunak dan bisa dikeluarkan dengan mudah. Untuk mencegah dan mengurangi gejala dari hemoroid, berikut ini adalah beberapa saran yang bisa dilakukan:
  • Makan makanan yang kaya akan serat. Lebih banyak makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dengan mengonsumsi jenis makanan ini akan melembutkan tinja dan meningkatkan jumlah yang dikeluarkan. Tambahkan serat perlahan-lahan untuk menghindari masalah dengan gas.
  • Minum banyak cairan. Minumlah enam hingga delapan gelas air dan juga minuman lain (non-alkohol) tiap hari. Ini juga untuk pertahankan tinja tetap lunak.
  • Pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen penambah serat. Banyak orang masih kekurangan asupan serat dari yang dianjurkan dalam makanannya. Beberapa produk suplemen penambah serat bisa menjaga tinja tetap lunak, tapi pastikan untuk minum delapan gelas sehari jika mengonsumsi suplemen ini. Jika tidak, suplemen bisa mengakibatkan konstipasi atau justru memperburuknya.
  • Jangan mengejan berlebihan. Mengejan dan menahan napas saat mencoba mengeluarkan kotoran menciptakan tekanan lebih besar pada pembuluh darah di rektum bawah.
  • Segera buang kotoran jika sudah merasa ingin. Jika Anda menunggu untuk membuang kotoran hingga keinginan itu menghilang, tinja bisa menjadi kering dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Berolahraga. Jika terlalu banyak berdiri atau duduk, usahakan tetap aktif untuk membantu mencegah konstipasi dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Berolahraga juga membantu turunkan kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas ini yang berkontribusi memunculkan hemoroid.
  • Hindari duduk terlalu lama. Duduk terlalu lama, terutama di toilet, bisa meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.
  • Hindari mengangkat benda berat. Jika memang harus, selalu buang napas saat mengangkat benda. Jangan menahan napas saat mengangkat.
  • Jika Anda hamil, tidur dengan posisi miring akan menurunkan tekanan pada pembuluh darah di panggul. Ini bisa membantu mencegah hemoroid membesar.

PENgobatan WASIR (HEMOROID) dengan obat herbal biojava propolis

DOSIS DAN PENGGUNAAn biojava propolis


Dosis minimal yang efektif
  • 10 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari. Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
  • 60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu

PENGERTIAN GAGAL GINJAL KRONIS

Penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD)  adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Kondisi ini bersifat permanen. Status CKD berubah menjadi gagal ginjal ketika fungsi ginjal telah menurun hingga mencapai tahap atau stadium akhir.
CKD adalah penyakit yang umumnya baru dapat dideteksi melalui tes urin dan darah. Gejalanya yang bersifat umum membuat pengidap penyakit ini biasanya tidak menyadari gejalanya hingga mencapai stadium lanjut.
CKD stadium lanjut umumnya mengalami gejala: sesak napas, mual, kelelahan, mengalami pembengkakan pergelangan kaki, kaki, atau tangan karena terjadi penumpukan cairan pada sirkulasi tubuh, sesak napas, serta munculnya darah dalam urin.
Pemeriksaan darah dan urin secara teratur setiap tahun sangat disarankan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit ginjal kronis. Anda termasuk berisiko tinggi, antara lain jika memiliki tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, dan memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ginjal kronis.

Fungsi Ginjal dan Penyebab Gangguan Ginjal Kronis

Ginjal terletak di bawah tulang rusuk. Bentuknya menyerupai sepasang kacang di kedua sisi tubuh.
Selain memiliki fungsi utama menyaring limbah dari darah sebelum diubah menjadi urin, ginjal juga berfungsi:
  • Mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sehingga membantu jantung dan otot agar bekerja dengan baik.
  • Membantu mengatur tekanan darah.
  • Memproduksi zat sejenis vitamin D yang menjaga kesehatan tulang.
  • Memproduksi hormon glikoprotein  disebut erythropoietin yang membantu merangsang produksi sel-sel darah merah.
Beberapa kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi penyebab terjadinya tekanan pada ginjal. Dalam jangka panjang, kondisi-kondisi ini membuat  fungsi-fungsi di atas tidak akan berjalan dengan baik.

Pengidap Penyakit Ginjal Kronis di Indonesia

Penyakit ginjal kronis diderita sekitar 10% populasi dunia.  Tingginya jumlah penderita diabetes di Asia membuat gagal ginjal lebih umum terjadi pada penduduk Asia. Selain diabetes, tekanan darah tinggi juga menjadi salah satu penyebab terkuat terjadinya penyakit ginjal kronis di Asia. Indonesia termasuk ke dalam 10 besar negara di Asia dengan kasus penyakit gagal ginjal tertinggi.
PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) dan Kementerian Kesehatan menemukan bahwa penderita gagal ginjal kronis di Indonesia mencapai 25 sampai 30 juta orang.
Selain itu, penyakit ini juga diasosiasikan dengan penuaan. Semakin tua, Anda semakin berisiko mengidap gangguan ginjal. Orang lanjut usia, dimulai dari 60 tahun, paling berisiko mengidap penyakit ginjal kronis. Diperkirakan satu dari lima pria dan satu dari empat wanita berusia 65 – 74 mengidap gagal ginjal dalam stadium tertentu.

Berbagai Cara Penanganan Gangguan Ginjal Kronis

Terdiagnosis mengidap CKD dapat membuat Anda dan kerabat merasa cemas. Berkonsultasi dengan dokter dan sesama pengidap dapat membuat Anda menemukan cara agar penyakit ini tidak mengambil alih hidup Anda.
Ini dikarenakan memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal.Perawatan terhadap penyakit ini hanya berfokus memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah munculnya kondisi serius lain.
Perubahan yang terjadi dalam sirkulasi tubuh membuat pengidap penyakit ginjal kronis menjadi lebih berisiko menderita stroke atau serangan jantung.
Pada sebagian orang, penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan ginjal berhenti berfungsi sepenuhnya. Kondisi ini disebut gagal ginjal stadium akhir (established renal failure/ERF). Perawatan cuci darah dapat membantu pengidap ERF agar tetap hidup. Proses kerja perawatan ini menyerupai ginjal buatan.

Agar Terhindar dari Gangguan Ginjal Kronis

Pengidap kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, berolahraga teratur, dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu mencegah terjadinya gagal ginjal

GEJALA GAGAL GINJAL KRONIS

Umumnya tubuh dapat menoleransi berkurangnya fungsi ginjal, bahkan dalam skala besar. Situasi ini membuat pengidap penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) tidak merasa mengalami gejala apapun.
Jika salah satu ginjal Anda rusak, fungsi ginjal manusia masih tetap dapat terpenuhi hanya dengan satu ginjal lain. Fakta ini membuktikan bahwa manusia terlahir dengan kapasitas fungsi ginjal yang jauh lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Penurunan awal fungsi ginjal yang tanpa gejala ini membuat pengidap CKD kerap tidak segera menyadari penyakitnya. Perubahan fungsi ginjal umumnya baru dapat terdeteksi pasti dari pemeriksaan urin dan darah secara rutin.
Pengidap penyakit ginjal yang telah terdiagnosis akan menjalani pemeriksaan secara teratur untuk memantau fungsi ginjalnya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes darah dan perawatan yang bertujuan mencegah agar penyakit tidak berkembang.
Tes darah dan pemantauan rutin ini juga berfungsi untuk mendeteksi jika ginjal mulai kehilangan fungsi dan mengarah pada gagal ginjal. Gagal ginjal menunjukkan gejala sebagai berikut:
  • Lebih sering ingin buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Kulit gatal.
  • Adanya darah atau protein dalam urin yang dideteksi saat tes urin.
  • Kram otot.
  • Kehilangan berat badan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penumpukan cairan yang mengakibatkan pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki, atau tangan.
  • Nyeri pada dada, akibat cairan menumpuk di sekitar jantung.
  • Otot kejang.
  • Sesak napas.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan tidur.
  • Disfungsi ereksi pada pria.
Pengobatan pada stadium awal penyakit ginjal kronis dapat mencegah timbulnya gejala-gejala di atas.

PENYEBAB GAGAL GINJAL KRONIS

Kondisi-kondisi yang menekan ginjal menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ginjal. Penyakit ginjal terutama disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi dan diabetes. Sekitar 25 persen kasus gagal ginjal diindikasikan terpicu oleh tekanan darah tinggi, sementara 30 persen terpicu oleh diabetes.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab utama terhadap penyakit gagal ginjal kronis. Terdapat dua tipe utama diabetes:
  • Diabetes tipe 1 adalah kondisi saat tubuh tidak memproduksi cukup insulin.
  • Diabetes tipe 2 adalah kondisi saat tubuh tidak menggunakan insulin dengan efektif.
Insulin dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:
  • Mengatur kadar glukosa (gula) dalam darah.
  • Membatasi agar glukosa tidak meningkat terlalu tinggi setelah makan.
  • Menjaga agar kadar glukosa tidak terlalu rendah pada jeda antara waktu makan.
Jika glukosa dalam darah terlalu tinggi, ini dapat memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring kotoran dalam darah dengan merusak sistem penyaringan ginjal. Maka itu sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga tingkat glukosa mereka melalui pola makan yang sehat dan mengonsumsi obat-obat antidiabetes sesuai aturan dari dokter.
Gagal ginjal diperkirakan diderita sekitar 1-2 dari 5 pengidap diabetes tipe 1 sebelum umur mereka mencapai 50 tahun. Hal ini juga terjadi pada pengidap diabetes tipe 2 yang 1 dari 3 di antaranya juga mengalami tanda-tanda kerusakan ginjal.
Tes urin tahunan akan direkomendasikan oleh dokter agar gangguan ginjal dapat dideteksi secepat mungkin. Adanya protein dalam kadar rendah pada urin merupakan gejala utama gangguan ginjal akibat diabetes.

Gangguan Ginjal pada Pengidap Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah adalah ukuran tekanan saat jantung memompa darah ke pembuluh arteri dalam setiap denyut nadi. Tekanan darah kerap diasosiasikan dengan penyakit ginjal karena tekanan darah yang berlebihan dapat merusak organ tubuh Anda.
Hipertensi menghambat proses penyaringan dalam ginjal bekerja dengan baik. Kondisi ini merusak ginjal dengan menekan pembuluh darah kecil dalam organ tersebut.
Meski 9 dari 10 penyebab kasus tekanan darah tinggi tidak diketahui, namun ada kaitan antara kondisi tersebut dengan kesehatan tubuh seseorang secara menyeluruh, termasuk pola makan dan gaya hidup.
Orang yang mengidap kondisi atau memiliki kebiasaan tertentu lebih berisiko mengidap hipertensi, yaitu: kurang berolahraga, kebiasaan merokok, stres, obesitas, mengonsumsi minuman keras berlebihan, usia tua, terdapat anggota keluarga yang dulu mengidap hipertensi, terlalu banyak garam dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi, serta kurang potasium dan vitamin D.

Hal-hal Lain yang Menyebabkan Gangguan Ginjal Kronis

Ada beberapa kondisi lain yang lebih tidak umum, tapi juga berisiko menyebabkan penyakit ginjal kronis yaitu:
  • Gangguan ginjal polisistik: kondisi saat kedua ginjal berukuran lebih besar dari normal karena pertambahan massa kista. Kondisi ini bersifat diwariskan.
  • Peradangan pada ginjal.
  • Infeksi pada ginjal.
  • Penyumbatan, seperti yang disebabkan batu ginjal atau gangguan prostat
  • Penggunaan rutin obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti obat anti-inflamasi non-steroid (non-steroidal anti-inflammatory drugs/NSAIDs), termasuk aspirin dan ibuprofen.
  • Lupus eritematosus sistemik (kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang dan mengenali ginjal sebagai jaringan asing).
  • Kegagalan pertumbuhan ginjal pada janin saat dalam kandungan.

Menggunakan Kalkulator Risiko Ginjal

Bagaimana cara untuk memperkirakan kondisi ginjal lima tahun yang akan datang? Anda dapat menggunakan kalkulator risiko ginjal dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana di QKidney Web Calculator. Jika saat ini Anda mengidap gangguan ginjal stadium menengah, Anda juga dapat memperkirakan apakah gangguan tersebut menjadi lebih parah lima tahun ke depan.

DIAGNOSIS GAGAL GINJAL KRONIS

Umumnya diagnosis penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) dilakukan melalui tes urin dan darah. Dulu, gangguan ginjal sering baru teridentifikasi saat sudah mencapai stadium akhir. Ini dikarenakan orang yang tidak berisiko tinggi biasanya tidak menjalani pemeriksaan secara teratur. Namun kini diagnosis umumnya bisa dilakukan oleh dokter umum sehingga pengobatan secara efektif dapat dilakukan lebih awal.

Tes-tes untuk Mendeteksi Kadar Kerusakan Ginjal

Ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk menentukan kadar kerusakan pada ginjal Anda. Tes-tes tersebut meliputi:
Tes urin
Salah satu gejala penyakit ginjal adalah terdapat protein atau darah dalam urin Anda. Maka tes ini digunakan untuk mengecek kemungkinan kandungan tersebut. Beberapa hasil tes urin perlu dikirim ke laboratorium untuk dikonfirmasi. Sementara hasil beberapa tes lain dapat segera diperoleh.
Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)
Laju filtrasi glomerulus/LFG (glomerular filtration rate/GFR) adalah pengukuran yang digunakan untuk menilai seberapa baik ginjal Anda bekerja. Penghitungan GFR melibatkan pengambilan sampel darah dan dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kelompok etnis Anda. Hasil GFR serupa dengan persentase kapasitas fungsi ginjal normal.
Pemindaian
Dalam kasus gangguan ginjal stadium lanjut, ginjal menjadi mengerut dan berbentuk tidak utuh. Sebelum perubahan bentuk ginjal tersebut terjadi, pemindaian digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penyumbatan tidak normal dalam aliran urin Anda. Proses ini dilakukan dengan alat-alat seperti USG, computerised tomography (CT) scan, atau pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).
Biopsi ginjal
Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan ginjal. Deteksi kerusakan ginjal kemudian dilakukan dengan memeriksa sel-sel ini dengan mikroskop.

Menentukan Stadium Gagal Ginjal

Perkembangan penyakit ginjal diklasifikasi dengan sistem pemeringkatan (stadium). Terdapat lima stadium untuk mendefinisikan tingkat keparahan kanker hati:
eGFR bernilai di atas 90 atau normal: stadium 1.
Walau nilai eGFR normal, terjadi kerusakan ginjal yang terdeteksi oleh tes lain.
eGFR bernilai 60-89: stadium 2.
Selain menurunnya eGFR ,tes lain mengindikasikan terjadinya kerusakan ginjal.
Agar perkembangan kondisi ginjal dapat terus dipantau, pengidap CKD stadium satu atau stadium dua direkomendasikan untuk menjalani tes eGFR tahunan.
eGFR bernilai 30-59: stadium 3.
Pada stadium ini, perlu diadakan pemeriksaan lanjutan setiap enam bulan sekali.
eGFR bernilai 15-29: stadium 4.
Pada stadium ini, pengidap kemungkinan telah merasakan gejala-gejala CKD dan perlu mengikuti pemeriksaan tiap tiga bulan.
eGFR bernilai di bawah 15: stadium 5.
Disebut sebagai kondisi gagal ginjal, yaitu ginjal telah kehilangan hampir seluruh fungsinya. Setiap enam minggu, pasien gagal ginjal ini perlu menjalani pemeriksaan.
Hasil eGFR dari waktu ke waktu dapat naik atau turun. Diagnosis CKD biasanya baru bisa dipastikan jika tes-tes eGFR yang dilakukan beberapa kali menunjukkan hasil konsisten di bawah normal.

Kelompok Paling Berisiko

Pemeriksaan rutin untuk mendeteksi CKD disarankan jika Anda termasuk kelompok orang berisiko tinggi, yaitu:
  • Pengidap diabetes, hipertensi, lupus, stroke, penyakit jantung, dan skleroderma.
  • Orang yang secara teratur mengonsumsi obat  pereda sakit dalam jangka panjang seperti ibuprofen.
  • Orang dengan riwayat keluarga yang pernah mengidap CKD stadium lima atau mewarisi penyakit ginjal serta penyakit saluran ginjal struktural, seperti batu ginjal dan pembesaran prostat.
  • Pengidap hematuria (dalam urinnya terdapat darah) atau proteinuria (terdapat protein dalam urin) yang penyebabnya belum diketahui.
  • Orang yang mengonsumsi rutin obat-obatan yang membahayakan ginjal, seperti litium dan kalsineurin.
  • Orang dengan riwayat kesehatan keluarga berpenyakit ginjal.
Jika tes urin atau darah mengindikasikan kemungkinan bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik, umumnya dokter akan menetapkan diagnosis adanya penyakit ginjal.

PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIS

Orang yang sudah terdiagnosis mengalami penyakit ginjal dapat memperkirakan tingkat keparahannya di masa yang akan datang dengan QKidney Web Calculator.
Umumnya penyakit ini tidak dapat dicegah sepenuhnya meski Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit ginjal kronis atauchronic kidney disease (CKD).

Pola Makan Sehat

Pola makan sehat penting untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menjaga tekanan darah tetap normal. Kedua kondisi ini penting untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal kronis. Konsumsilah makanan berimbang meliputi banyak sayuran dan buah segar.
Selain itu, kontrol kadar kolesterol dengan menghindari makanan kaya lemak jenuh tinggi seperti goreng-gorengan, mentega, santan kelapa, keju, kue, biskuit, serta makanan-makanan yang mengandung minyak kelapa atau minyak sawit.
Sebaliknya, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya lemak tidak jenuh yang dapat mengurangi kadar kolesterol, antara lain minyak ikan, avocad, kacang dan biji-bijian, minyak bunga matahari, minyak biji sesawi, minyak zaitun.
Selain itu, terlalu banyak garam juga akan meningkatkan tekanan darah. Penting untuk membatasi konsumsi garam tidak lebih dari 6 gram sehari yang setara dengan satu sendok teh penuh.

Hindari Rokok dan Minuman Keras

Selain meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, merokok dan mengonsumsi minuman keras dapat memperburuk kondisi gangguan ginjal yang sudah terjadi. Selain meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, mengonsumsi minuman keras secara berlebihan akan meningkatkan tekanan darah Anda. Pastikan Anda tidak mengonsumsi lebih dari 2-2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7% per hari.

Olahraga Teratur

Naiknya tekanan darah dan risiko berkembangnya CKD dapat diminimalkan dengan olahraga teratur. Anda disarankan untuk menjalankan aktivitas aerobik dengan intensitas menengah seperti berenang atau lari pagi selama setidaknya 2 -3 jam tiap minggu.

Baca Petunjuk Obat

Pastikan Anda mengikuti petunjuk pemakaian jika Anda memang harus mengonsumsi obat pereda sakit. Konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid seperti aspirin dan ibuprofen dalam dosis berlebih dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Waspada Diabetes

Penyakit kronis (bersifat menetap dalam jangka panjang), seperti diabetes, dapat berpotensi menyebabkan gangguan ginjal kronis. Tiap tahun, pengidap diabetes disarankan untuk memeriksakan fungsi ginjalnya. Ikuti saran dokter dan lakukan langkah-langkah untuk menjaga kondisi Anda.

PENGOBATAN GAGAL GINJAL KRONIS

Penyakit ginjal tidak dapat disembuhkan. Perawatan difokuskan untuk mencegah dan memperlambat agar penyakit tidak berkembang serta meredakan rasa sakit. Selain itu, pengobatan juga bertujuan untuk mengurangi risiko munculnya penyakit lainnya yang terkait.

Pengobatan sesuai Tingkat Keparahan

Tingkat keparahan chronic kidney disease (CKD) menentukan jenis pengobatan yang diberikan. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada ginjal dan sirkulasi tubuh dapat dicegah dengan konsumsi obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah Anda.
Di samping itu, obat-obatan juga diberikan untuk mengontrol atau mencegah CKD berkembang hingga tubuh kehilangan hampir semua fungsi ginjal. Kondisi ini disebut dengan gagal ginjal permanen atau established renal failure (ERF).
Setidaknya 1 dari 100 pengidap CKD stadium tiga akan mengidap gagal ginjal. Pengidap gagal ginjal membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menggantikan sejumlah fungsi ginjal. Untuk mengetahui lebih banyak informasi, Anda dapat mengunjungi Registrasi Ginjal Indonesia atau Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).

Menjaga Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi dapat mempercepat perkembangan kerusakan ginjal. Oleh sebab itu penting untuk mengontrol tekanan darah yang dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam dan mengurangi berat badan.
Namun jika perubahan ini belum cukup untuk mengontrol tekanan darah, Anda mungkin membutuhkan obat-obat antihipertensi seperti penghambat ACE (angiotensin converting enzyme). Obat penghambat ACE memberikan perlindungan tambahan pada ginjal dan mengurangi tekanan darah dalam tubuh serta mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Contoh penghambat ACE adalah ramipril dan lisinorpil.
Selain itu terdapat juga obat anti-hipertensi yang disebut angiotensin-II receptor blocker (ARB) meliputi: candersatan, eprosartan, irbesartan, dan losartan. Efek samping dari jenis obat ini jarang namun tetap ada, misalnya rasa pusing.

Perubahan Gaya Hidup

Selain konsumsi obat-obatan, perkembangan CKD dan tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup sebagai berikut:
  • Mengurangi berat badan, terutama jika Anda mengalami obesitas.
  • Berolahraga teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan rendah lemak
  • Membatasi konsumsi minuman keras.
  • Menjaga konsumsi garam tidak lebih dari 6 gram atau satu sendok teh per hari.
  • Kecuali diresepkan oleh dokter, hindari konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen.

Perbaikan Keseimbangan Fosfat

Kelebihan fosfat pada tubuh biasanya disaring oleh ginjal. Namun penumpukan fosfat akan terjadi pada ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, seperti pada pengidap penyakit ginjal stadium empat atau lima. Maka dari itu, pengidap penyakit ginjal stadium menengah ke atas akan disarankan untuk mengurangi konsumsi fosfat yang umumnya terkandung dalam daging merah, produk olahan ternak sapi, telur, dan ikan.
Selain itu, penderita akan disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang disebut pengikat fosfat. Contoh pengikat fosfat yang paling umum digunakan adalah kalsium karbonat. Walau jarang terjadi, pengikat fosfat dapat menimbulkan efek samping yang meliputi: konstipasi, diare, mual, sakit perut, perut kembung, ruam serta gatal-gatal pada kulit.

Aspirin atau Statin

Beberapa faktor risiko CKD seperti tekanan darah tinggi dan tingginya kadar kolesteroldalam darah, sama dengan faktor risiko serangan jantung dan stroke.
Dengan memiliki faktor risiko yang sama, pengidap CKD berisiko lebih tinggi menderita sakit jantung, termasuk serangan jantung atau stroke.
Oleh sebab itu, Anda akan disarankan mengonsumsi aspirin dalam dosis rendah atau statin untuk membantu mengurangi risiko serangan jantung atau stroke. Statin bekerja dengan menghambat efek enzim dalam hati Anda yang berguna untuk membentuk kolesterol.
Pada beberapa kasus, statin dapat menyebabkan sakit otot, lemas, dan nyeri. Sementara efek samping lebih ringan yang dapat timbul adalah sakit perut, konstipasi, diare, dan sakit kepala.

Penumpukan Cairan (Edema)

Ginjal yang tidak berfungsi membuat tubuh sulit membuang cairan. Akibatnya terjadi penumpukan cairan pada pergelangan kaki atau sekitar paru-paru. Oleh karena itu dokter akan menyarankan pengidap sakit ginjal untuk membatasi konsumsi cairan dan garam, serta memerhatikan cairan yang terdapat dalam makanan yang Anda konsumsi seperti buah, sup, atau yoghurt. Selain itu, kelebihan cairan dalam tubuh juga dapat dikurangi dengan konsumsi obat diuretik (tablet cair), seperti furosemida.

Konsumsi Suplemen Zat besi dan Vitamin D

Anemia atau kondisi saat tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah banyak diderita pengidap CKD stadium tiga ke atas. Suplemen zat besi untuk produksi sel-sel darah merah biasanya akan diberikan untuk mengatasinya. Zat ini dapat diberikan dalam beberapa suntikan ke dalam pembuluh darah atau dalam bentuk tablet seperti ferri sulfat.
Hormon eritropoietin yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah juga bisa disuntikkan jika langkah-langkah di atas tidak dapat mengatasi anemia. Contoh-contoh suntikan ini antara lain epoetin alfa, beta dan zeta, methoxy polyethylene glycol-epoetin beta, dan darbepoetin.
Selain itu, pengidap penyakit ginjal berisiko kekurangan vitamin D yang penting untuk tulang. Ini dikarenakan ginjal tidak dapat berfungsi mengaktifkan vitamin D dari makanan dan sinar matahari. Sehingga umumnya Anda akan mendapatkan suplemen vitamin D dengan yang disebut alfacalcidol atau calcitriol.

Pengobatan untuk Gagal Ginjal: Cuci Darah atau Transplantasi

Dalam beberapa kasus, penyakit ginjal kronis dapat berkembang menjadi gagal ginjal permanen atau established renal failure (ERF). Pada tahap ini, ginjal berhenti bekerja dan mengancam hidup. Kondisi ini terjadi secara perlahan-lahan dan jarang terjadi secara tiba-tiba.
Namun banyak pengidap penyakit ginjal dapat memiliki ginjal yang berfungsi dengan baik sepanjang hidup mereka dengan menjalani perawatan. Diskusikan dengan dokter Anda tentang pilihan-pilihan pengobatan seperti cuci darah, transplantasi ginjal, atau perawatan pendukung. Perawatan pendukung bertujuan terbatas yaitu hanya untuk meringankan gejala yang dirasakan penderita stadium akhir.

Pengobatan Gagal Ginjal Dengan Obat Herbal Propolis


Menurut Liu CF, periset di National Taipei College of Nursing, antioksidan propolis mampu melindungi ginjal dari kerusakan parah. Khasiat itu dibuktikan Liu secara in vivo pada hewan percobaan. Ia menguji 2 kelompok tikus yang menderita gagal ginjal akut. Satu kelompok diberi propolis; kelompok lain, tanpa propolis.
Sejam setelah pemberian propolis, Liu lalu mengamati tingkat kerusakan ginjal tikus. Hasilnya, kerusakan ginjal kelompok yang tidak mengkonsumsi propolis lebih parah ketimbang kelompok yang mendapatkan asupan propolis. Itu ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA) dalam ginjal tikus. Kadar malondialdehid tinggi mengindikasikan terjadinya stres oksidatif yang bisa memicu kerusakan ginjal.
Menurut Prof. Dr. Mustofa, M.Kes. Apt., periset di Bagian Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, sifat antioksidan pada propolis lantaran mengandung senyawa flavonoid dan polifenol. Senyawa aktif itu melindungi tubuh dari gempuran radikal bebas penyebab kerusakan sel. Dengan terlindungnya ginjal dari kerusakan parah maka proses regenerasi sel pun bisa lebih mudah berjalan. Adhitya Tri Wardhana merasakan manfaat itu. Ia terbebas dari cuci darah sejak rutin mengkonsumsi propolis. (Ari Chaidir/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Dosis dan Penggunaan Biojava Propolis


Dosis minimal yang efektif
  • 10 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari. Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong
Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah :
  • 60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu
Menjaga kesehatan
  • 3 tetes 2 kali sehari
Sumber : Dari berbagai sumber